Friday, April 12, 2013

Kecerdasan Buatan

haduh nanti siang mau UTS mata kuliah Kecerdasan Buatan, kisi-kisi belum dikasih. ya sudah terpaksa dihafalin semua materinya.
berikut materinya. Check this out :D


Apakah  kecerdasan itu?
Kecerdasan berasal dari kata dasar cerdas. Cerdas dapat memiliki konotasi makna lebih baik, cepat, capable, adapted dengan kondisi umumnya/normal. Cerdas juga dapat berarti kemampuan untuk mengerti/memahami.  Kecerdasan (intelligence) dimiliki seseorang yang pandai melaksanakan / mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya. Walaupun seseorang memiliki banyak pengetahuan, tetapi bila ia tidak bisa melaksanakannya dalam praktek, maka ia tidak bisa digolongkan ke dalam kecerdasan. Dengan perkataan lain, kecerdasan adalah kemampuan manusia untuk memperoleh pengetahuan dan pandai melaksanakannya dalam praktek .
Pengertian Kecerdasan Buatan?
Kecerdasan buatan merupakan upa-bidang ilmu komputer (computer science) yang khusus ditujukan untuk membuat perangkat lunak dan perangkat keras yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia. Atau Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (intelligent).
Kecerdasan Buatan harus didasarkan pada prinsip-prinsip teoretikal dan terapan yang menyangkut :
n  struktur data yang digunakan dalam representasi pengetahuan (knowledge representation),
n  algoritma yang diperlukan dalam penerapan pengetahuan itu.
n  Teknik-teknik bahasa dan pemrograman yang dipakai dalam implementasinya
Bagian Utama dari Kecerdasan Buatan?
·         Bagian utama aplikasi kecerdasan buatan adalah pengetahuan (knowledge), yaitu suatu pengertian tentang beberapa wilayah subyek yang diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Pengetahuan merupakan informasi terorganisir dan teranalisa agar bisa lebih mudah dimengerti dan bisa diterapkan pada pemecahan masalah dan pengambilaan keputusan. Pengetahuan terdiri dari fakta, pemikiran, teori, prosedur, dan hubungannya satu sama lain.  Komputer tidak mungkin mendapatkan pengetahuannya sendiri dengan belajar, berpengalaman atau melakukan penelitian, akan tetapi ia memperolehnya melalui upaya yang diberikan oleh seorang pakar manusia.
·         Hampir semua pangkalan pengetahuan (knowledge base) sangat terbatas, dalam arti terfokuskan kepada suatu masalah khusus. Pada saat pangkalan pengetahuan itu sudah terbentuk, teknik Kecerdasan Buatan bisa digunakan untuk memberi kemampuan baru kepada komputer agar bisa berfikir, menalar, dan membuat inferensi (mengambil keputusan berdasarkan pengalaman) dan membuat pertimbangan-pertimbangan yang didasarkan kepada fakta dan hubungan-hubungannya yang terkandung dalam pangkalan pengetahuan itu.
·         Dengan pangkalan pengetahuan dan kemampuan untuk menarik kesimpulan melalui pengalaman (inferensi), komputer dapat disejajarkan sebagai alat bantu yang bisa digunakan secara praktis dalam memecahkan masalah dan pengambilan keputusan serta bisa mencapai satu atau lebih solusi alternatif pada masalah yang diberikan.


Problem Kecerdasan Buatan?
Yang mula-mula digeluti oleh Kecerdasan Buatan adalah pembuktian teorema dan permainan (game). Misalnya Newell, ahli teori logika, berusaha untuk membuktikan teorema-teorema matematika dan Samuel yang membuat program permainan catur. Kemudian para periset Kecerdasan Buatan terus mengembangkan berbagai teknik baru untuk menangani sejumlah besar persoalan, termasuk persepsi, pemahaman bahasa alamiah, dan problema spesifik seperti diagnosa medis.
n  Persoalan-persoalan yang ditangani oleh Kecerdasan Buatan adalah
  1. pembuktian teorema (theorem proving), misalnya: MACSYMA untuk tugas-tugas matematika.
  2. permainan (game), seperti: chess, tic (= saraf tak sadar) tac toe (= jari kaki), othelo, dan sebagainya.
  3. pemecahan problema umum (general problem solving), misalnya pengambilan keputusan otomatis (automated decision making) dan pemodelan kinerja manusia.
  4. persepsi / perception (visi / vision dan percakapan / conversation)
  5. pemahaman bahasa alamiah (natural language), misalnya ELIZA yang dapat memberikan saran psikologis.
  6. pengenalan pola (pattern recognition), seperti pengolahan citra digital untuk kebutuhan ramalan cuaca, foto (kopi), monitor tv, dan sebagainya.
  7. pemecahan problema pakar (expert), mencakup bidang matematika simbolik, diagnosa medis, rekayasa rancang bangun, analisis kimia.
  8. pembuatan perangkat lunak otomatis (automated software generation).
Bidang-bidang teknik kecerdasan buatan diantaranya adalah sistem pakar (expert system), logika samar (fuzzy logic), jaringan syaraf (neural networks) tiruan, pengolahan bahasa alami (natural language processing), pengolahan citra digital (digital image processing), robot (robotics)
Sifat Kecerdasan Buatan?
·         Digunakannya komputer untuk melakukan pertimbangan dengan proses yang memakai simbol.
·         Pemfokusan ditujukan pada persoalan yang tidak memberikan respon terhadap solusi algoritmik. Hal inilah yang mendasari pencarian (search) heuristik sebagai teknik pemecahan problema Kecerdasan Buatan.
·         Usaha yang dilakukan lebih ditujukan untuk menangkap dan memanipulasi sifat-sifat kualitatif penting dari suatu situasi daripada metode numerik.
·         Usaha yang dilakukan adalah untuk menangani arti-arti semantik dan bentuk sintaksis.
·         Jawaban yang diberikan tidaklah eksak atau optimal, namun lebih bersifat cukup (sufficient). Ini merupakan hasil penting dalam metode pemecahan problema heuristik pada situasi dimana hasil yang eksak atau optimal akan berharga terlalu mahal atau tidak mungkin dilakukan.
·         Penggunaan sejumlah besar pengetahuan khusus dalam memecahkan persoalan. Ini merupakan dasar bagi sistem pakar.
·         Penggunaan pengetahuan tingkat meta (meta-level) untuk mempengaruhi pengendalian lebih canggih dari strategi pemecahan problema. Meskipun hal ini merupakan persoalan yang sangat sulit dan hanya ditujukan pada sejumlah kecil sistem, namun muncul sebagai obyek riset yang penting.


Hal-hal yang ditawarkan untuk Pengguna Kecerdasan Buatan?
n  akan bisa berkomunikasi dengan komputer dengan bahasa alami / bahasa manusia sehari-hari
n  akan terbebas dari keharusan belajar bahasa pemrograman dan sistem operasi.
n  para pengguna komputer yang tidak terlatih sekalipun akan menghasilkan karya yang sangat berguna bagi kepentingannya dengan menggunakan komputer
n  menggunakan komputer akan tidak lebih sulit daripada menggunakan pesawat telepon


Keuntungan dan Kerugian Kecerdasan Buatan?
  1. Komputer masa depan akan memberikan kenikmatan, kenyamanan, dan kesenangan yang lebih bagi penggunanya, tetapi sebaliknya akan mendorong harga komputer menjadi semakin mahal
  2. Komputer akan menjadi semakin lebih berguna. Hal ini karena bidang-bidang masalah yang tadinya tidak dapat dipecahkan oleh komputer kini akan dapat dapat dipecahkan dengan teknik Kecerdasan Buatan.
  1. Biaya pengembangan dan penelitian Kecerdasan Buatan sangat mahal.
  2. Pengembangan aplikasi Kecerdasan Buatan merupakan hal yang sangat sulit dan diperlukan waktu yang sangat lama
  1. Masih sedikitnya perangkat lunak khusus untuk Kecerdasan Buatan. Padahal dengan perangkat lunak khusus ini, pekerjaan pembuatan dan pengembangan perangkat lunak Kecerdasan Buatan menjadi lebih mudah dan cepat.
  1. Belum terciptanya antarmuka (interface) bahasa alami khusus untuk Kecerdasan Buatan. Perangkat lunak Sistem Manajemen Basis Data (DataBase Management System / DBMS) merupakan salah satu tipe perangkat lunak konvensional pertama yang sudah bisa mengambil keuntungan dari terciptanya bahasa alami ini. Perangakat lunak DBMS ini bisa lebih cepat dan lebih mudah mengambil data yang disimpan dalam basis data tanpa harus menggunakan teknik pemrograman yang rumit

Proses Komputasi Kecerdasan Buatan?
n  Perangkat lunak Kecerdasan Buatan didasarkan kepada representasi dan manipulasi simbol (symbol).
n  Sebuah simbol bisa merupakan huruf, kata atau bilangan yang digunakan untuk menggambarkan obyek, proses dan saling hubungannya.
n  Obyek bisa berupa orang, benda, ide, pikiran, peristiwa atau pernyataan suatu fakta.
n  Dengan menggunakan simbol memungkinkan komputer bisa menciptakan suatu basis data yang menyatakan fakta, pikiran dan hubungannya satu sama lain.
n  Berbagai proses digunakan untuk memanipulasi simbol agar mampu memecahkan masalah. Pengolahannya bersifat kuantitatif, dan bukan kualitatif seperti halnya komputasi yang didasarkan kepada algoritma.
n  Apabila basis pengetahuan, fakta dan hubungannya sudah dibuat, maka penggunaannya untuk memecahkan masalah harus sudah dimulai.
n  Teknik dasar untuk melakukan penalaran dan menarik kesimpulan dari pengalaman melalui basis pengetahuan adalah pelacakan (searching) dan pencocokan pola (pattern matching).
n  Secara harfiah komputer terus memburu dan dan mencari pengetahuan yang ada sampai ia menemukan jawaban yang terbaik atau jawaban yang paling cocok.


Persamaan Konsep Komputasi Kecerdasan Buatan dengan Komputasi Konvensional?
n  Sama-sama mengolah simbol-simbol yang dapat berupa huruf, kata, atau bilangan yang digunakan untuk menggambarkan obyek, proses, dan saling hubungannya. Obyek dapat berupa orang, benda, ide, pikiran, peristiwa atau pernyataan suatu fakta.
n  Menggunakan komputer digital untuk melaksanakan operasi


Perbedaan Konsep Komputasi Kecerdasan Buatan dengan Komputasi Konvensional?
KOMPUTASI KONVENSIONAL
KECERDASAN BUATAN
Menggunakan fungsi otak manusia
Meniru beberapa fungsi otak manusia
Komputer diperintahkan untuk  menyelesaikan suatu masalah
Komputer diberitahu tentang suatu masalah
Hanya dapat ditulis dalam bahasa pemrograman biasa
Programnya dapat ditulis dalam semua bahasa pemrograman termasuk bahasa pemrograman khusus untuk aplikasi KB
Dapat dijalankan pada semua jenis komputer tetapi tidak dibuatkan hardware  khusus
Dapat dibuatkan hardware khusus dan dapat pula dijalankan pada semua jenis komputer
Komputer diberikan data dan program yang berisi spesifikasi langkah demi langkah bagaimana cara data itu digunakan dan diolah untuk menghasilkan solusi
Komputer diberi pengetahuan tentang suatu wilayah subyek masalah tertentu dengan ditambah kemampuan inferensi
Didasarkan pada suatu algoritma yang dapat berupa rumus matematika atau prosedur berurutan yang tersusun jelas
Didasarkan pada repesentasi dan manipulasi simbol
Pengolahan obyek bersifat kualitatif
Pengolahan obyek bersifat kuantitatif
Representasi informasi dan jawaban yang eksak
Representasi informasi yang tidak eksak dan jawaban yang memuaskan


Arsitektur Sistem Kecerdasan Buatan?
n  Dalam desain arsitektur sistem pengetahuan harus melibatkan komponen-komponen berikut:
q  Penyederhanaan representasi
q  Struktur pengetahuan
q  Mekanisme inferensi
n  Perangkat keras atau arsitektur komputer yang diminta oleh sistem Kecerdasan Buatan adalah sebuah komputer yang dapat melaksanakan pemrosesan paralel.
n  Sedangkan perangkat lunaknya harus dikembangkan dengan bahasa yang mempunyai kemampuan paralel dan logika yang handal, seperti Lisp dan Prolog
n  Untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan dan ukuran memori, dimungkinkan untuk tidak melakukan peningkatan kecepatan perangkat keras, tetapi melalui pembuatan arsitektur perangkat lunak dan perangkat keras yang berbeda secara radikal. Solusi yang ditawarkan dalam hal ini adalah:
q  Desain pemrograman dengan kemampuan paralel.
q  Keefisienan programer dalam menggunakan bahasa tersebut.
q  Implementasi bahasa tersebut pada arsitektur/perangkat keras yang tepat.


Sistem dan Lingkungan Pengembangan Kecerdasan Buatan?
n  Komputasi Kecerdasan Buatan adalah komputasi simbolik, di mana dia sangat berbeda dari komputasi konvensional (numerik).
n  Karena perbedaan komputasi tersebut, maka sistem pengembangan perangkat lunak Kecerdasan Buatan dan lingkungannya berbeda dengan sistem komputer konvensional
n  Fitur-fitur yang dibutuhkan sistem pengembangan perangkat lunak Kecerdasan Buatan
  1. Kemungkinan untuk mengembangkan model-model dan mekanisme penyimpulan secara incremental, dengan dekomposisi penyelesaian problem ke ukuran yang lebih kecil, unit-unit penyelesaian interelated. Incremental adalah program dapat dikembangkan pada compiler / interpreter (sistem) yang berbeda tapi harus dapat dipadukan hasil akhirnya menjadi satu kesatuan.
  1. Struktur kontrol yang fleksibel untuk:
a)      memudahkan pengarahan pemrograman kepada tujuan akhir.
b)      memfasilitasi pengarahan program data.
c)      memfasilitasi rekursi.
d)     memfasilitasi pemrograman paralel.
  1. Kemampuan komunikasi sistem yang interaktif.
  2. Debugger untuk mencek program, khususnya untuk unifikasi, rekursi, dan lain-lain.
  3. Fasilitas representasi data simbolik yang built-in, dan cara untuk memperluas representasi tersebut menuju struktur pengetahuan yang kompleks.
  4. Fasilitas pattern-matching.
  5. Fasilitas strategi-strategi pengikatan variabel sebagaimana pendekatan penyelesaian trial and error.
n  Fitur-fitur lingkungan perangkat lunak Kecerdasan Buatan yang diharapkan adalah:
1.      Pengembangan program bersifat incremental.
2.      Editor yang terpadu (cerdas) sebagai bagian sistem.
3.      Compiler/interpreter yang bersifat incremental.
4.      Debugger yang user friendly dan cerdas.
5.      Kemampuan layar berkecepatan dan beresolusi yang tinggi.
6.      Antarmuka yang khusus untuk instrumentasinya dan Kapasitas Memori yang besar.










No comments:

Post a Comment